Selasa, 25 Juni 2013

Berlibur Ke Danau



Ini cerita saya sewaktu berlibur ke danau indah di kawasan tempat tinggal saya. Saya dan 4 teman saya yang hobinya jalan-jalan ke alam terbuka memilih danau itu untuk tempat kami liburan. Danau itu memang benar-benar indah, hanya saja untuk ke sana harus melewati beberapa sungai dan menempuh waktu beberapa jam.

Agar sampai ke danau itu kami sepakat menyewa perahu motor. Setelah persiapan sudah lengkap dan perahu motor sudah dapat, kamipun berangkat.

Suasana di sungai yang kami arungi terasa sepi sekali, hanya terdengar bunyi perahu kami yang berisik. Air yang keruh, ranting pohon yang hanyut, dan tetumbuhan air lah yang dapat kami nikmati.

Setelah kira-kira di pertengahan jalan, perahu kami mogok mesinnya mati. Kami menjadi kelabakan, suasana yang tadinya tenang menjadi riuh. Kami panik, kami tidak bisa meminta pertolongan pada orang karna tak ada satu orangpun di sana.

Tapi salah satu temanku mencoba menenangkan kepanikan kami. Dia mencoba memperbaiki perahu yang rusak. Setelah ia periksa dan ternyata baling-baling perahu tersangkut kayu pohon. Diapun melepaskan pakaiannya dan menyelam ke bawah perahu. Di kejauhan terlihat seperti batang kayu yang mendekat ke perahu kami. Semakin dekat dan dekat dan ternyata itu adalah seekor buaya. Kami hanya bisa melongo dan tak bisa berkata apa-apa seperti terhipnotis saja. Kemudian buaya itu mendekati temanku yang menyelam tadi. Dan kemudian buaya itu mencolek punggung temanku dan bertanya :"Mas ada yang rusak ya?"

*seriusss amat sih :ph

Minggu, 23 Juni 2013

Burung Yang Ingatanya Kuat


Maria tidak sengaja melewati pasar burung dan melihat seekor burung Kakatua yang bisa menirukan suara manusia. Lalu karena tertarik ia menanyakan harganya. Karena harganya murah, maria berniat membelinya.

Maria : Mengapa harga burung Kakatua ini murah sekali Pak?

Penjual : Begini ceritanya, dulu burung Kakatua ini pernah tinggal di rumah bordil, jadi bicaranya selalu jorok, makanya saja jual murah biar cepat laku!

Mariapun akhirnya membeli burung Kakatua itu, ia berpikir akan mengajari burung itu bicara yang baik-baik. Akhirnya burung itupun ia bawa pulang dan diletakkan di teras rumah. Baru saja diletakkan, burung kakatua itu berkata.

Burung : Rumah bordil, rumah bordil, germo baru, germo baru!

Mariapun kaget mendengarnya, tapi dia maklum dan hanya tersenyum. Tak beberapa lama, anak gadis Maria pulang dari sekolah. Burung Kakatua itu mengoceh lagi.

Burung : Barang baru, abg baru, stok baru!

Betapa kaget dan marahnya sang anak mendengar ucapan burung Kakatua itu. Tapi setelah dijelaskan ibunya ia jadi maklum.

Sore harinya, suami Maria yang bernama Steven itu pulang dari kantor. Si burung Kakatua melihatnya dan berteriak dengan keras!

Burung : Hai! Steven! Kita ketemu lagi disini!

Maria dan Anaknya : ????

Burung Mahal


Suatu hari Andi bermain ke rumah sang paman, terlihat sang paman sedang asik melihat-lihat burung-burung peliharaannya.

Andi : Om, burungnya bagus-bagus ya.

Paman : Iya donk ndi…
 
Andi : Yang ini hebat om… (sambil menunjuk salah satu burung yang sedang berkicau). 

Paman : Oohh itu mahal lo ndhi bisa nyanyi.. 

Andi : Iya om, hebat burungnya bisa nyanyi. Om beli berapa tuh…??

Paman : 5 juta…!! 

Andi : Wah… mahal yah…!! Kalo yang ini pasti murah yah om?? (sambil nunjuk burung yang sedang bersender, tanpa mengeluarkan bunyi sedikitpun)

Paman : Justru itu lebih mahal lagi…!! 

Andi : Kok bisa…?? Kan yang ini nggak bisa nyanyi om…???

Paman : Tapi dia yang meng-aransemen lagunya…!!! 

Andi : Ooohh gtu ya om :|