Senin, 22 Juli 2013

Ternyata Rokok Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan

Banyak orang menghawatirkan bahaya rokok dan menakutinya, tapi setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya. Kemudian para pakar sepakat untuk membuktikannya dengan mengambil dari beberapa hikayat pada zaman dahulu kala di mana kala itu nenek moyang kita telah membuktikannya melalui beberapa percobaan. Buktinya seperti cerita di bawah ini, dia tetap sehat walafiat.

Ada tiga orang pakar. Mereka selalu bersama kemana saja. Tapi ketiganya memiliki kesukaan beda.

A. dr Jon Van Toncik (suka main perempuan)
B. dr Joni van Walker (suka minum minuman keras)
C. dr Toni Tobacco (suka segala jenis rokok)

Suatu hari mereka pergi ke dukun sakti. Lalu dikasih permintaan yang sesuai dengan kegemaran mereka masing-masing.

Si A : "Aku mau perempuan-perem­puan muda dari berbagai bangsa dan makanan minuman yang cukup, letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun". Dan dalam sekejap mata itu jadi.

Si B : "Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia ditambah bekal makanan yang cukup letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun". Dan dalam sekejap mata itupun jadi.

Si C : "Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia sekalian makanan yang cukup letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun". Dan dalam sekejap mata juga itupun jadi.

10 Tahun kemudian, dukun sakti membuka pintu gua masing-masing sesuai perjanjian.

Ketika pintu Gua I dibuka, keluarla­h si A, kurus kering berdiri pun tidak bisa karena lutut pada goyang hampir lepas, sebab hari-harinya dihabiskan hanya memuaskan nafsu dengan perempuan. Beberapa saat kemudian si A pun jatuh ke tanah lalu mati.

Pintu Gua II dibuka, maka keluarlah si B, perut buncit dan mata merah karna hari-harinya dihabiskan dengan mabuk-mabukkan.­ Dia terhuyung dan jatuh ke tanah lalu mati.

Pintu III dibuka, keluarla­h si C, sehat walafiat bahkan lebih sehat dari 10 tahun yang lalu. Dia berjalan tegap ke arah dukun itu dan langsung menabok kepala sang dukun seraya berkata:
"Dasar DUKUN GUOBLOOOKK!!! KOREKNYA MANA???!"


Itulah buktinya, ternyata ROKOK TIDAK BERBAHAYA BAGI KESEHATAN selama TIDAK ADA KOREKNYA! Wkkwkwkwkwwk :p

Senin, 08 Juli 2013

Cina VS Arab


Konon ada sepasang sahabat cina dan arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si cina jadi sinshe, dan si arab menjadi tabib.
Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe.
Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya: “Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat”
Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. “Haiyaaa, lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha…” (baca dengan logat cina ya). Lalu ia mendatangi si tabib.

Si Sinshe: “Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa…”

Si Tabib: “Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan.”

Lalu si tabib memanggil asistennya.

Si Tabib: “Hasaaannnn, cefat ente bawa kesini obat nomor 14.”

Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib diberikan kepada si sinshe. Dan si sinshe langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut.

Si Sinshe: “Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini tai ayam.”

Si Tabib: “Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi.”

Si sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. Maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Si Sinshe: “Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe.”

Si Tabib: “Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali.”

Lalu seperti biasa si sinse memanggil si Hasan sang asisten.

Si Tabib: “Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14.”

Si Sinshe: “Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa… Owe tidak mau…”

Si Tabib: “Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali.”

Si sinshe pulang sambil menggerutu, “Haiyaaa dasar kau Tai ayam!!”