Kamis, 11 April 2013

Nenek Nenek Genit


Seorang nenek genit masuk ke BI (Bank Indonesia) dengan sekoper duit.. Ia minta dipertemukan dengan gubernur BI.

Nenek : “Saya akan buka rekening, dengan simpanan jumlah yang besar !”

Staff BI sangsi, tapi selanjutnya membawa si nenek ke ruangan gubernur BI.

Gubernur BI : “Berapa banyak duit yang akan disimpan ?” 

Nenek : “Rp. 1 milyar !! Tunai !!”

Penasaranlah pak Gubernur BI,

Gubernur BI : “Maaf, saya agak terperanjat.. dari tempat mana ibu dapat duit tunai sejumlah ini ?”

Nenek : “Saya menang tebak-tebakan.. ”

Gubernur BI : “Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali ?”

Nenek : “Mau contoh ? Saya meyakini telur burungmu bentuknya kotak !”

Gubernur BI : “Apa ?? Ini tebakan sangat konyol yang sempat saya dengar.. anda tidak barangkali menang dengan tebakan layaknya itu !”

Nenek : “Anda berani bertaruh ??”

Gubernur BI : “Siapa takut !! Saya bertaruh Rp. 50 juta, dikarenakan saya paham telur saya tidak kotak !”

Nenek : “Ok, ini menyangkut duit gede.. dapat saya ajak pengacara kesini besok jam 10 pagi ?”

Gubernur BI : “Silahkan saja !”

Malamnya Gubernur BI, ia berdiri telanjang di depan cermin dan menegaskan telurnya tidak kotak. Sampai selanjutnya dia meyakini telurnya betul-betul bulat, tidak kotak. Jadi ia meyakini besok akan menang dan memperoleh Rp. 50juta.
 
Pas jam 10. 00 pagi, nenek itu datang dengan pengacara ternama dan populer. Sesudah itu ia mengulang kesepakatan kemarin..

Nenek : “Rp. 50 juta buat tebakan telur burungmu yang kotak ?”

Gubernur BI : “Okay !!” Mengangguk setuju.

Nenek itu minta gubernur buka celana agar semua dapat lihat bentuk telurnya. Nenek menggapai telur gubernur dan merabanya…

Gubernur BI : “Yah, tidak apalah..duit Rp. 50 juta tidak kecil.. Agar ibu meyakini telur saya tidak kotak. ”

Pada detik yang sama waktu nenek itu meraba telur gubernur, pengacaranya tampak lemas sembari membentur-benturkan kepalanya ke dinding..

Gubernur BI : “Ada apa dengan pengacara itu ?”

Nenek ini menjawab kalem.

Nenek : “Ndak apa2.. saya hanya bertaruh dengannya Rp. 250 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya dapat memegang telur Gubernur BI.

Tidak ada komentar: