Beberapa orang Pemburu tengah melepas lelah sambil masing-masing menyombongkan anjing peliharaan mereka. Karena tahu ada seorang penduduk asli yang ikut mendengarkan, mereka semakin membesar-besarkan ceritanya. Pemburu 1 dan 2 adalah kakak adik dari negri sebelah. Sedangkan pemburu 3 dan ke-4 adalah penduduk asli di desa tersebut dan juga bersaudara.
Pemburu 1 : "Anjingku ini,
sewaktu ku suruh ke toko membeli telur, ia tidak mau kalau telurnya tidak segar.
Dia mempunyai hidung yang sungguh luar biasa!"
Pemburu 2 : "Itu sih belum
apa-apa. Anjingku ini,
kalau kusuruh membeli rokok, pasti menolak jika rokok itu bukan favoritku.
Tidak cuma itu, dia tidak akan merokok sampai tiba di rumah dan kutawari
sebatang."
Pemburu 1 : "Begini, Pak Tua," kata
seorang yang lain sambil menoleh ke Pak Tua penduduk asli setempat..
Pemburu 2 : "Apakah anda pernah mendengar anjing yang sehebat peliharaan kami?"
Pemburu 3 : "Pernah sekali, anjing saudaraku."
Pemburu 4 : "Kupikir anjingku
sedikit lebih pandai."
Pemburu 1 dan 2 :
"Maksudnya?"
"Mmm," sambung Pak Tua,
"Anjing itulah yang menjalankan toko tempat anjing-anjing anda
berbelanja."
Pemburu 1 dan 2 : "Oooooohh" *sambil gigit jari*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar